Grande Mosquee De Paris

On June 14th, 2013, posted in: Artikle by

Grande Mosquée de Paris (“Masjid Raya Paris”) adalah sebuah masjid yang terletak di arondisemen Ve. Masjid ini didirikan setelah Perang Dunia I sebagai tanda terima kasih Perancis kepada tirailleurs Muslim dari koloni yang turut berperang melawan pasukan Jerman. Masjid ini dibangun mengikuti gaya mudéjar. Menaranya memiliki tinggi 33 meter.

Masjid ini diresmikan oleh Presiden Gaston Doumergue pada tanggal 15 Juli 1926. Ahmad al-Alawi (1869-1934), seorang Sufi Aljazair, pendiri salah satu ajaran Sufi modern Darqawiyya Alawiyya, cabang dari Shadhiliyya, menjadi imam salat pertama dalam peresmian masjid di hadapan presiden Perancis pada masa itu. Masjid Raya Paris saat ini dipimpin oleh mufti Dalil Boubakeur, yang juga menjabat sebagai presiden Dewan Muslim Perancis yang dibentuk tahun 2002..

Siapa yang tidak kenal Kota Paris di Prancis. Kota romantis penuh keeksotisan karena keberadaan menara Eiffel yang tinggi menjulang. Tapi, siapa yang tahu bangunan masjid pertama yang berdiri tegak di negara ini. Ini dia, Grande Mosquee De Paris atau biasa disebut masjid agung Paris.

Grande Mosquee De Paris adalah masjid dengan dinding murni putih dan hijau-biru serta bentuk atapnya seperti menara. Bersejarah, karena masjid ini terbesar ketiga di Eropa dan menjadi masjid pertama yang dibangun di Prancis. Terletak di Arondisemen Place du Puits de l’Ermite, tepat dijantung kota Paris. Kemegahan masjid ini tak kalah indahnya dengan menara Eiffel.

Sebagaimana dilansir Islamcity.com,  sejarah awal dibangunnya masjid ini adalah untuk menghormati masyarakat Arab-Prancis yang bertempur pada perang dunia I, terutama bagi mereka yang tewas dalam peperangan Verdun tahun 1916.Selama Perang Dunia II, masjid ini menjadi tempat persembunyian rahasia bagi korban aniaya. Dahulu masjid ini disediakan untuk tempat tinggal, tempat yang aman untuk anak-anak Muslim dan Yahudi. Masjid ini memiliki peran sosial penting bagi umat Islam Eropa.

Namun demikian, menurut Institut Registri Dunia Arab, dari 4 juta warga muslim yang tinggal di Prancis, dan sekitar 121 masjid yang ada, banyak masjid yang tidak lebih hanya dijadikan tempat parkir dan bangunan kosong saja. Masjid inilah yang kaya akan sejarah keislaman dan sering digunakan untuk beribadah.

Ada satu yang menjadi daya tarik dari masjid ini selain menikmati arsitektur yang unik dan belajar banyak tentang sejarah Islam, yakni selama musim dingin ada pemandian Turki marmer. Jadwalnya bagi laki-laki pada hari selasa dan minggu, sedangkan waktu kosong selain itu untuk wanita.

 

 

read more

Keindahan Arsitektur Masjid Ibnu Tulun

On May 30th, 2013, posted in: Artikle by

Masjid Ibnu Tulun atau Masjid al-Maydan ? adalah masjid yang berada di kota Kairo Mesir. Masjid Ibnu Tulun dibangun pada tahun 876-879 dimasa pemerintahan Ahmad Ibn Tulun, penguasa Mesir pertama dari dinasti Ibnu Tulun yang berkuasa di Mesir selama 135 tahun.  Masjid yang sudah berumur ratusan tahun namun cukup terawat baik ini menjadi salah satu peninggalan masa kejayaah Islam di Mesir. Masjid ini juga menjadi masjid tertua kedua di Mesir setelah Masjid Amr Bin Ash.

 

Masjid Ibnu Tulun dibangun selama  tahun (876-879 masehi). Penamaan masjid ini mengambil nama besar pendirinya. Hanya saja  dibangun di Mesir dan dikerjakan oleh tenaga-tenaga kerja yang sebagian besar adalah bangsa Mesir & sekelompok tenaga ahli dari Iraq, tapi Masjid Ibnu Tulun kurang dianggap sebagai hasil inovasi orang Mesir.  karena dominasi warna dan nuansa Mesopotamia yang dikehendaki oleh Jenderal Ahmad Ibnu Tulun sangat kental dalam rancang bangunnya.

Bahkan  menara spiral yang di Masjid Agung Samarra dan Masjid Abu Dulaf menjadi salah satu elemen khas pun diadopsi menjadi salah satu elemen pada Masjid Ibnu Tulun, yang merupakan bangunan Islam terbesar di daerah lembah Nil.Material utama masjid ini pun menggunakan bata merah.

Masjid Ibnu Tulun mempunyai bentuk dasar yang hampir sama dengan masjid-masjid monumental lain seperti Masjid Agung Damaskus, Masjid Nabawi dan juga Masjid al-Azhar: mempunyai pelataran persegi empat yang dikelilingi dinding-dinding berserambi bertiang berbaris. Begitupula pada dinding luar masjid yang dibentuk dengan menempatkan sederetan portico padanya.

Setiap sisi dinding paling luar—yang mengelilingi area seluas 2,6 hektare— masing-masing mempunyai panjang 162 meter. Sehingga ukuran kompleks masjid ini adalah 162 kali 162 meter. Sedangkan masjidnya sendiri hanya berukuran 140 kali 116 meter. Dengan ukuran sebesar itu maka luas Masjid Ibnu Tulun secara keseluruhan sekelas dengan Masjid Agung Damaskus yang dibangun oleh Dinasti Umayyah

Kekhasan Masjid Ibnu Tulun ini, yakni sebuah bangunan berkubah yang terletak di tengah-tengah pelataran yang berfungsi sebagai pancuran air untuk mengambil air wudlu. Bangunan ini dibangun  tahun 1296 ketika Dinasti Mamluk berkuasa. Uniknya, jika penguasa Mamluk mengganti material bata lempung dengan batu untuk merestorasi menara spiral tetapi mereka justru membangun bangunan berkubah di tengah pelataran masjid.

Sementara itu, pada ruang shalat utama masjid, yang langsung berhadapan dengan mihrab, terdapat lima baris pilar yang membentuk kendali ruangan.  Ruangan tsb bterbentuk di antara pilar-pilar tersebut secara pararel terhadap mihrab mulai dari batas garis shaf terdepan. Barisan tiang yang berpararel lima tersebut mengakomodir seramai 80 tiang-tiang kolom yang melintang satu sama lain dan menopang lengkungan-lengkungan yang identik satu sama lain.

Puncak lengkungan-lengkungan yang ringan dan berpola seperti lengkungan tapal kuda itu terdapat pada suatu titik di ketinggian 8,1 meter dari lantai masjid. Kemudian, di sepanjang sisi-sisi pelataran masjid (pada bagian luar masjid) portico-portico tersebut secara reguler membentuk irama tersendiri: sambung menyambung tanpa terputus di sepanjang sisi-sisi pelataran masjid dengan memanfaatkan lebih dari 80 pilar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

read more

Pesona Masjid Agung Batam

On May 7th, 2013, posted in: Artikle by

Masjid Agung Batam-dahulu bernama Masjid Raya Batam Center- adalah satu tempat ibadah yang terdapat di Batam Center. Kemegahan bangunannya membuat masjid ini tampil sangat mencolok. Didirikan tepat berhadapan dengan tulisan raksasa ‘Welcome to Batam”, jelas memperlihatkan bahwa masjid ini memang sengaja dijadikan landmark kawasan tersebut.

Bangunan masjid dirancang dari penggabungan dua bentuk dasar, yakni bentuk balok bujur sangkar sebagai badan bangunan dan limas sama sisi yang teriris tiga bagian sebagai kepala bangunan. Bentuk limas ini memiliki persepsi vertikalisme menuju satu titik di atas, menyimbolkan hubungan manusia dan penciptanya. Adapun irisan tiga bagian adalah manifestasi perjalanan hidup manusia dalam tiga alam, yakni alam rahim, alam dunia, dan alam akhirat.

Memasuki area masjid, akan terlihat plaza shalat yang menjadi halaman utama masjid. Plaza ini digunakan sbg perluasan ruang masjid pada momentum peribadahan yang menggunakan area luar ruang seperti shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Lepas dari area plaza, ruang luas yang dibatasi oleh selasar akan renyapa. Ruang shalat utama ini terasa sangat lega karena tidak menggunakan tiang penyangga. Di ruangan ini tampak kekayaan nilai arsitektural yang tinggi dengan sentuhan estetika dan karya seni, mulai dari seni kaligrafi, lampu gantung, lampu hias, hingga beraneka ragam hias lainnya.

Seni kaligrafi dapat dilihat di bagian bawah kuncup atap yang terbuat dari tembaga. Kaligrafi di bagian itu bertuliskan Surat Al-Baqarah ayat 153, Al-A’raaf ayat 55, Thaahaa ayat 14, dan Al-An’am ayat 162. Seni khas Timur Tengah ini juga terdapat di bagian dinding mihrab di antara kolom. Di sana terpahat Surat An-Nisaa ayat 103 dan Al Mu’minuun ayat 2.

Pahatan seni kaligrafi ini juga dapat ditemukan di bagian interior sebelah utara dan selatan. Di bagian ini terdapat sapuan kaligrafi 99 sifat Allah yang dikenal sebagai Asma’ul Husna. Selain di tempat tersebut, Asma’ul Husna juga terdapat di bidang barat dalam bentuk kaligrafi kaca patri sebagai pengisi jendela segi delapan dan ornamen di atas mihrab.

Paduan seni estetika dan nilai fungsi juga diterapkan pada penggunaan lampu gantung hias yang terbuat dari tembaga. Lampu yang berjumlah empat unit ini terdiri dari 48 titik lampu pada setiap unitnya. Kesan kokoh namun indah terpancar dari lampu yang bentuknya mengacu pada bentuk esensi masjid tersebut.Bentuk yang mengacu pada bentuk dasar masjid itu juga terlihat pada bagian mimbar yang terbuat dari kayu dengan ornamen tembaga. Mimbar ini memiliki tiga buah undakan dengan bentuk kerucut terbalik.

Pesona Masjid Agung Batam Center ini akan lebih terlihat pada malam hari, ketika bias sinar lampu dari dalam masjid menerobos bagian terbuka dari undakan-undakan yang membentuk bagian kepala masjid. Sebuah pemandangan menakjubkan, berpadu indah dengan tulisan raksasa “Welcome to Batam”.

 

 

read more

Masjid Terbesar Yang Ada Di Belanda

On April 24th, 2013, posted in: Artikle by

Masjid Essalam
Atau disebut juga dengan nama Assalam di kota Rotterdam, Belanda ahirnya selesai dibangun dan diresmikan penggunaannya pada hari Jum’at 17 Desember 2010 lalu setelah melalui sebuah perjalanan teramat panjang dalam pembangunannya. Proses pembangunan masjid ini sempat terbengkalai akibat pertikaian internal panitia pembangunan, pertentangan dari kelompok yang anti pembangunan masjid disana, hingga ke masalah finansial. Kini setelah masjid tersebut selesai dibangun dan diresmikan, menjadi masjid terbesar di kawasan benua Eropa bagian barat.

Rotterdam, merupakan salah satu kota di Eropa yang paling ramah bagi muslim. Dengan jumlah presentase 40% dari 585,000 penduduk Rotterdam (data tahun 2009), Rotterdam bukan hanya dipimpin oleh Ahmed Aboutaleb, walikota muslim pertama di Rottherdam, beliau merupakan warga Belanda keturunan Maroko, tetapi telah menjadi kota imigran muslim terbesar di Belanda.

Masjid Essalam Didanai oleh Yayasan Al Maktoum milik Sheikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, Penguasa Dubai dan Deputi Menteri Keuangan UEA, Masjid Essalaam ini membutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk bisa berdiri seanggun seperti sekarang ini.

Sejak awal pembangunannya, yaitu pada tahun 1999 yang ditandai dengan diterbitkannya izin resmi pembangunan beberapa masjid untuk komunitas Muslim di Belanda, tempat ibadah yang mampu menampung 2.600 jamaah ini menghadapi penolakan dan perlawanan dari berbagai pihak, terutama dari kelompok-kelompok anti-imigran dan anti-Islam di Belanda.

Namun itu hanyalah kisah lalu. Kini bangunan yang berdiri di lingkungan imigran di selatan Rotterdam dan berdekatan dengan stadion sepak bola milik klub Fijenoord tersebut telah membuka pintu seluas-luasnya. Tak hanya sekedar menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim di Rotterdam saja, namun juga telah menjadi jembatan antara masyarakat Muslim dan seluruh kota, terutama dalam hal budaya dan sosial.

Gaya arsitektur Mameluke yang berkembang di Kairo pada abad 15 merupakan urat nadi desain bangunan Masjid Essalam ini. Bagian dindingnya dilapisi lempengan granit dan memiliki aksen halus warna biru abu-abu, sedangkan menaranya sendiri dibuat dengan inspirasi dari bentuk menara gereja Amsterdam abad ke-17 yang dirancang oleh Hendrick de Keyser. Secara garis besar, Masjid Essalam merupakan contoh sempurna dari apa yang dikenal sebagai fusion architecture, dimana budaya serta identitas Islam dan Rotterdam secara indah tersulam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

yhghg

 

read more

Masjid Dengan Menara Unik

On April 2nd, 2013, posted in: Artikle by

1. Masjid Samarra Iran

Bentuk khas menara spiral digunakan di masjid-masjid di Irak yang mengadopsi tradisi dalam bangunan menara Mesopotamia. Masjid Samarra Iran dan Masjid Dullaf di Irak yang memiliki menara berbentuk spiral. Bisa dikatakan kedua menara ini sebagai peninggalan arsitektur yang memberikan kesan bahwa perhitungan geometri para arsitek pada masa itu sudah sangat akurat. Kedua menara masjid itu bahkan hingga sekarang masih tegak berdiri walaupun sudah berusia 1.200 tahun. Masjid lain yang juga memiliki menara spiral adalah Masjid Ibnu Tulun di Fustat, Mesir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Menara Masjid Emin

Merupakan Satu-satunya minaret berbentuk oktagonal yang terkemuka terletak di Chefchaouen Cina bernama Emin Minaret yang dibangun pada 1778 oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1735-1796). Menara ini memiliki tinggi 44 meter (144 kaki) dan merupakan menara masjid tertinggi di Cina.

Menara ini terbuat dari kayu dan batu bata. Modelnya sangat elegan berbentuk melingkar dan meruncing ke bagian atas. Diameter menara seluas 14 meter (46 kaki) di bagian bawah, sedangkan pada atas diamaternya sekitar 2,8 meter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Masjid Agung Xi’an

Menara Masjid Agung Xi’an ini terbilang cukup unik karena menggambarkan arsitektur asli Cina. Menara ini menggabungkan dua fungsi; bulan menonton paviliun dan menara. Eksterior masjid dihiasi dengan ubin kaca biru dan kepala naga. Di dalam, langit-langit yang dicat cerah diukir dengan bunga teratai. Masjid ini dibangun pada masa Dinasti Ming tahun 700-an Hijriyah (1400 Masehi) oleh Laksamana Cheng Ho.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Masjid Agung Banten

Masjid ini merupakan masjid tertua di jawa . Masjid yang dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) terletak di sisi alun-alun dan di sebelah utara keraton. Menara Masjid Agung Banten berbentuk mercusuar dengan gaya Eropa yang tampak kurang serasi dengan bangunan masjidnya.

Sblm sbg Menara Masjid  menara ini digunakan sebagai menara rambu dan pengintai untuk Pelabuhan Banten yang kerap menjadi sasaran serangan oleh kekuatan-kekuatan Eropa sebagai rival Belanda. Menara ini dibangun oleh seorang arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel, yang bekerja di kota pelabuhan itu pada abad ke-17 M.

 

 

 

 

 

 

Masjid Hassan II Maroko

Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko, tercatat sebagai masjid dengan menara tertinggi di dunia. Menaranya seakan mencakar langit dengan ketinggian mencapai 210 meter. Dirancang oleh arsitektur asal Prancis, Michel Pinseau, masjid ini dibangun oleh Bouyges pada 1980. Setiap malam, di puncak menara, terdapat sinar laser yang mengarah ke Makkah.

Masjid ini memiliki Bangunannya megah dan luas yang menghadap ke perairan Atlantik. Masjid ini berdiri di sebuah semenanjung hasil reklamasi. Pembangunan Masjid Hasan II Maroko terinspirasi oleh ayat Alquran surah Hud [11] ayat 7, “Singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air.” Masjid ini bisa menampung lebih dari 30 ribu jamaah.

 

 

 

read more

Menikmati Keindahan Masjid Taj Mahal

On March 22nd, 2013, posted in: Artikle by

Inilah permata  dari kebudayaan Muslim India. Ada kisah cinta yang agung yang terpancar dari megahnya Taj Mahal. Bangunan yang berdiri pada 1653 setelah 22 tahun dikerjakan merupakan wujud cinta Kaisar Mughal Shah Jahan kepada istrinya yang sudah meninggal. Keagungan Taj Mahal tidak berhenti hanya pada bangunan yang berisi makam permaisuri Shah Jahan. Di sebelah barat berdiri bangun an megah dari batu pasir berwarna merah. Inilah permata kebudayaan Muslim India, Masjid Taj Mahal.

Masjid Taj Mahal melengkapi kemegahan kompleks Taj Mahal. Di sisi timur terdapat pula bangunan yang menyerupai masjid ini, yakni sebuah penginapan bagi tamu kaisar. Kedua bangunan tersebut memberi keseimbangan secara arsitektural bagi kompleks Taj Mahal.

Keberadaan masjid ini membuat kawasan wisata Taj Mahal tutup setiap Jumat. Sebab, shalat jumat merupakan agenda rutin masjid yang memiliki tiga kubah besar berlapis marmer putih. Desain Masjid Taj Mahal cukup mirip dengan masjid lain yang dibangun Shah Jahan, terutama Masjid Jahan Numa atau Masjid Jama di Delhi.

Pesona batu merah terlihat di hampir seluruh interior masjid. Lantainya pun merah dengan bentuk menyerupai sajadah, tepatnya berukuran 569 sajadah. Kaligrafi yang mengagungkan nama Allah terukir di dalam masjid. Masjid Taj Mahal dan peng inapan tamu kaisar memang sangat mirip. Hal yang membedakan hanya mihrab serta mimbar yang tentunya tidak ada pada bangunan bagi tamu kaisar.

Arsitek masjid memi kirkan pula kenyamanan bagi tamu Allah yang hendak beribadah. Di dalam dinding masjid terdapat saluran air yang berfungsi sebagai pendingin. Saluran itu kini sudah tidak difungsikan lagi.

Benteng Agramerupakan Kemegahan Taj Mahal kadang menyapu bangunan yang satu ini. Benteng Agra terletak bersebelahan dengan kompleks Taj Mahal. Ceritanya, benteng ini dibangun oleh kaisar yang paling disegani, Kaisar Akbar sang pendiri Mughal, pada 1565. Ketika Kerajaan Inggris menduduki India, benteng bermenara ini pun dikuasai pasukan Inggris. Sampai sekarang sebagian besar Benteng Agra masuk dalam wilayah kepemilikan angkatan bersenjata India. Turis dilarang menyusuri bagian tersebut.

Bangunan pertama yang bisa dilihat adalah Diwan-e- Aam atau ruangan audiensi publik. Ruangan yang dipersembahkan untuk menjamu tamu negara juga ada di sini. Namanya Diwan-e-Khas. Tempat ini dibangun pada 1635. Di dalamnya terdapat dua singgasana. Singgasana putih terbuat dari marmer dan yang hitam dibuat dari batu. Kaisar Shah Jahan konon kerap duduk di singgasana putih untuk beristirahat, lalu menonton atraksi adu gajah di singgasana batu.

read more